logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Angkat Isu Ruralisasi, Dua Mahasiswa Untag Surabaya Sabet Tiga Penghargaan di Ajang FAPERTA FAIR 5

Catatan prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dua Mahasiswa Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya; Feriona Ayurizta Iliyas dan Ni Putu Ayu Sinta Widiasih dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Futuristic And Prestige Research, Technology And Art (FAPERTA) FAIR 5. Ajang nasional yang digagas Sentosa Foundation yang bekerja sama dengan Universitas Dhyana Pura Bali ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan kreativitasnya melalui  tulisan, (11-12/5).

Mengusung judul essay ‘Urgensi Ruralisasi Dalam Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Pemerataan Ekonomi Rakyat Indonesia’ pada sub tema Hukum Sosial dan Ekonomi, Feriona dan Sinta berhasil meraih Juara 1 Nasional pada kategori Favorit Poster Nasional dan Juara Harapan 2 Nasional pada Kategori Poster Presentasi.

Dalam kesempatan ini, Feriona mengungkapkan bahwa essaynya dilatarbelakangi oleh observasi terhadap pergeseran populasi dari pedesaan ke perkotaan yang berakibat pada kepadatan penduduk di kota-kota. “Melalui essay ini kami ingin menyoroti kesenjangan populasi antar daerah, di mana migrasi dari desa ke kota tidak mampu mengurai permasalahan tingginya angka pengangguran di wilayah perkotaan. Justru, jika masyarakat desa mampu memberdayakan potensi desanya, hal tersebut akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan berpindah ke kota,” papar Feriona.

Selain itu, Feriona berharap essay ini dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan terkait pemerataan populasi penduduk di Indonesia. "Harapan kami tentunya ada upaya pemerintah untuk menyeimbangkan potensi secara merata di seluruh wilayah, terutama di desa. Dengan demikian, penduduk desa dapat menjadikan desanya sebagai sumber mata penghasilan mereka,” lanjut mahasiswa semester dua itu.

Sementara itu, Sinta merasa bersyukur atas banyaknya dukungan yang dia dapatkan selama menulis essay. Dia juga berharap pencapaian pertamanya ini dapat mendorongnya untuk terus berprestasi di bidang lain. “Mengingat ini adalah pertama kalinya kami mengikuti lomba essay, kami hanya mengikuti format yang diberikan oleh penyelenggara untuk penyusunannya. Kami juga mendapatkan beberapa masukan dan dukungan dari kakak tingkat yang memotivasi kami untuk berani mengikuti lomba ini,” terang anggota UKM Fordimapelar itu.

Dengan prestasi ini, Sinta menanamkan semangat pada para mahasiswa untuk berani berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. “Bagi para mahasiswa lainnya, kuncinya adalah percaya diri dan yakin dengan kemampuan diri. Jangan khawatir jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi, jadikan itu sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih baik di masa depan,” pungkas anggota UKM Kerohanian Hindu tersebut. (iy/oy)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?