Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Akuntan Harus Siap Hadapi Tuntutan dan Tantangan 4.0

Revolusi Industri 4.0 mendorong percepatan di banyak bidang. Sumber daya manusia termasuk akuntan dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Certified Management Accountant menjadi jawaban atas tuntutan ini. Demikian yang disampaikan oleh Daniel Godwin Sihotang, CA, CMA, CBV, CIBA. dalam Management Accountant Forum 2019 bertema ‘Management Accountant Proffession Challenge in Industrial 4.0’, Jumat, (25/10). Seminar ini merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (FEB UNTAG) Surabaya dengan Intitute of Certified Management Accountant (ICMA), yang diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding oleh kedua belah pihak.

Hal senada disampaikan oleh Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., dalam sambutannya. “Pergerakan begitu cepat. Kita tidak bisa menyikapinya dengan tidak cepat. Apalagi di dalam akuntansi, kita mau tidak mau mengikuti revolusi. Begitupun CMA yang dulu masih konvensional. Tentu dengan adanya Revolusi Industri 4.0 kita berubah. Artinya ada perubahan signifikan. Tantangan zaman dan revolusi sudah berubah. Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan profesi akuntan di era Revolusi Industri 4.0 ini,” kata Mulyanto yang sekaligus membuka seminar bertempat di Ruang Pertemuan Utama Gedung Q lantai 2.

Tampil sebagai moderator, Dr. H. Ontot Murwato, MM., Ak., CA., CMA. Menyambung pemaparannya, Daniel yang merupakan Ketua ICMA Australia-Indonesia menerangkan, “Certified Management Accountant atau yang lebih dikenal dengan CMA adalah sertifikasi profesi akuntan manajemen yang profesional. Sertifikat CMA dikeluarkan oleh Institute for Certified Management Accountant (ICMA) yang berlokasi di Australia. Dalam CMA ini berkaitan dengan perintah dari akuntansi dan manajemen keuangan. Tentunya menjadi keterampilan yang penting seiring tuntutan bisnis yang dinamis seperti saat ini. CMA juga turut menerjemahkan menjadi peluang karir yang signifikan.”

Perjalanan karir Daniel bisa dibilang luar biasa. Di usianya yang masih tergolong muda, dia telah melakukan banyak hal yang sangat berdampak pada perusahaan tempat ia bekerja. Tentu pencapaian tersebut bukan tanpa alasan. Daniel menuturkan bahwa dirinya senantiasa mengikuti perkembangan yang ada. Menyikapi Revolusi Industri, menurut Daniel para mahasiswa harus bisa dan mau menjadi profesional dan kompeten, “Kalau kita ingin bersaing dengan negara lain, berarti harus mempunyai kompetensi. Profesional juga diperlukan karena menandakan kita unggul.”

Dia menambahkan, “Berbicara mengenai profesi Akuntan, tentu tidak lagi sama seperti dahulu. Semakin bertambahnya tahun, ilmu dan teknologi semakin berkembang pula. Perusahaan sudah banyak yang mengadopsi teknologi pencatatan dan akuntansi yang juga banyak digunakan dalam dunia bisnis.” Oleh karena itu, hal ini menjadi tugas besar utamanya bagi institusi pendidikan utamanya perguruan tinggi untuk mencetak sarjana yang unggul dan kompeten agar mampu bersaing. (um/zee)

Login dengan Username dan password Siakad Anda