logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

6 Prodi Untag Surabaya Lolos Seleksi MBKM Kemendikbud

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Surabaya dipercaya sebagai salah satu penerima Program Bantuan Kerjasama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dari 8 program studi yang berpartisipasi, 6 di antaranya berhasil lolos, yakni: Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Psikologi dan Teknik Mesin. Program yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini turut mengumumkan 187 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi penerima hibah.

Dana hibah yang diterima maksimal dengan jumlah 65 juta rupiah ini juga masih bisa terjadi perubahan atau revisi, “Maksimal dana hibah adalah 65 juta rupiah, dana ini bisa direvisi setelah bimtek dan tanda tangan kontrak. Jadi masih bisa terjadi perubahan.” terang Kepala Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional-Wiwin Widiasih, S.T., M.T. 6 prodi yang terpilih mendapatkan Bimbingan Teknis dari DIKTI dan tanda tangan kontrak untuk implementasi program, dimulai bulan April sampai November, lalu Desember tahun ini wajib membuat laporan. “Setiap universitas berkesempatan untuk mendaftarkan 10 program studi. Karena sasarannya adalah prodi maka bersifat kompetisi. Dari seleksi internal, terpilihlah 11 prodi. Kemudian ada pendampingan dan asistensi proposal. Akhirnya yang submit proposal ada 8 prodi dan alhamdulillah yang lolos sebanyak 6 prodi.” terang Wiwin Widiasih, S.T., M.T. yang juga menjadi Ketua Tim Pokja MKBM Untag Surabaya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis, (15/4).

Dalam proposal submit atau mendaftarkan prodi yang mengikuti, tiap prodi wajib melampirkan MoU dengan dunia usaha dan dunia industry (DUDI) atau mitra, rancangan peraturan akademik dan penjaminan mutu sesuai pedoman MBKM. “Submit proposal dan semua hibah mengacu pada akselerasi indikator kerja utama. Jadi menfasilitasi prodi untuk prodi untuk mengembangkan kurikulum MBKM dan mendorong prodi untuk kerjasama dengan mitra. Ada good practice, maka prodi akan merekonstruksi kurikulum sesuai kebijakan MBKM” terang Wiwin.

Wiwin berharap, hibah KSK-MBKM 2021 bukanlah yang terakhir dicapai, “Semoga prodi terpilih bisa menjalankan program dengan lancar dan sukses tanpa hambatan apapun. Semoga mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya dan ditularkan pada prodi lain. Semoga program studi yang belum mendapatkan hibah bisa berkesempatan dapat juga. Semoga tahun depan program ini diadakan lagi agar lebih merata.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT