logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

21 Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Beri Inovasi Konten Pelayanan Publik Melalui Magang Kampus Merdeka

Mendukung program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang dicanangkan melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 21 Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya lolos seleksi untuk melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya – Moh. Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom. menuturkan bahwa mahasiswa yang terlibat mulai semester enam dan delapan. “Mereka diberi kesempatan selama tiga bulan sejak Maret-Juni dengan konversi nilai maksimal 20 sks,” tuturnya. Lebih lanjut, mahasiswa melakukan dua tugas utama yakni branding development melalui konten sosial media dan advokasi pencatatan sipil. “Jadi ada mahasiswa yang bertugas membuat konten di lapangan kemudian diberikan kepada mahasiswa yang bertugas di bagian media informasi (Swargaloka) untuk dipublikasikan. Selain itu ada juga yang terjun ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencatatan sipil,” ujarnya.

Seleksi internal turut dilakukan guna mengetahui tingkat kemandirian mahasiswa. “Karena MBKM ini tuntutan kemandiriannya tinggi jadi kami lakukan seleksi berupa wawancara dan kelayakan portofolio yang sudah mereka miliki seperti publikasi artikel, fotografi, desain grafis. Setelah itu kami sortir dan yang lolos adalah 21 mahasiswa. Harapannya mereka terbiasa disiplin dan dapat mengikuti ritme kerja yang berlaku,” papar Dosen yang kerap disapa Insan ini.

Mahasiswa yang lolos dan sedang melaksanakan magang di Dispendukcapil yaitu, Putri Baydhotul Muthohharoh, Bhima Rizqynanda Cahyokesuma, Dimas Djendri Alfayed, Mochammad Choiruddin Agus Salim, Enrico Maghriza A.P, Anindhyta Ayu Larasati, Rifqi Fahrizal Akbar, Indah Gustri Liani, Widya Nur Hayati, Omar Farrell P, Ratna Dwi Novitasari, Muhammad Syahid Syarifudin, Junia Franziska, Maudyah Safiranida, Rian sukwan saputra, Natasya Fira Pramestasari, Alisha Shafira Mardinata, Asifa Maulidya Purnama, Adella Pramestie Kirana, Rama Romadoni, dan Tannesia Pramitasari.

Salah satu mahasiswa semester enam yang berkesempatan mengikuti program MSIB di Dispendukcapil Surabaya yakni Junia Franziska, ia mengaku senang bisa memberikan kontribusi sebagai Social Media Specialist. “Ketika mendapat kesempatan ini saya langsung mencari cara bagaimana menyajikan konten yang menarik pada instagram Dispendukcapil, salah satunya video yang dikemas komedi. Selain itu membuat inovasi program radio untuk Swargaloka; Obral (Obrolan Seru Swargaloka) dan Sambel (Suara Malam Bareng Swargaloka), merapikan feeds Instagram Dispendukcapil dan Swargaloka dengan animasi kreatif, pembuatan konten tiktok mengenai informasi kependudukan, serta editing video liputan,” terang anak sulung dari dua bersaudara ini.

Ketika ditanya mengenai tantangan yang menghampiri, Junia mengaku memiliki pengalaman baru dalam mengerjakan liputan secara tidak terjadwal. “Seperti misalnya ada liputan atau pekerjaan lain yang mendadak di hari itu, cukup membuat saya merasa tertantang karena tidak ada persiapan, terlebih ini pengalaman pertama buat saya,” pungkasnya. Berbekal pengalaman ini, dirinya memberikan pesan kepada mahasiswa yang hendak mengikuti MBKM. “MBKM ini menjadikan kita fleksibel dan kreatif dalam menghadapi perubahan, artinya siap berpengalaman hari ini dan merancang hari esok. Untuk itu cobalah keluar dari zona nyaman selagi itu masih dalam lingkup positif, memang prosesnya tidak mudah dan terkadang membuat kita lelah, tetapi wajib kita syukuri,” tutupnya. (oy/rz)

 



PDF WORD PPT TXT