Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

2 Dosen Untag Bantu Kembangkan UMKM Handycraft Milik Penyandang Disabilitas

Keterbatasan fisik tidak mematikan kreatifitas Ahmadi. Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan nama “Kanta Craft” itu menyulap limbah perca kain handuk menjadi kreasi produk handycraft yang bernilai tinggi. Namun, tak bisa dipungkiri persaingan industri perajin handycraft atau kerajinan tangan dewasa ini semakin ketat. Ahmadi memiliki berbagai kendala untuk mengembangkan UMKMnya. Permasalahan Ahmadi ini menarik Dr. Ayun Maduwinarti, MP., dan Dra. Sri Andayani., MM., untuk melakukan Pengabdian Masyarakat.

“Pak Ahmadi memiliki banyak kendala untuk mengembangkan UMKMnya. Beliau sendiri merupakan penyandang disabilitas. Begitu juga dengan istrinya,” tutur Dr. Ayun Maduwinarti, MP., melalui sambungan telepon, Rabu (8/4). Dijelaskan oleh Ayun, produk hasil UMKM Ahmadi masih sangat terbatas. Terlebih bila ada pesanan dalam jumlah yang besar. Hasil produknya juga kurang bervariasi. Berdasarkan hasil survei, Ayun menyimpulkan kendala yang dimiliki Ahmadi dikarenakan peralatan produksi yang kurang memadai, “penyebabnya karena mesin jahit yang dimiliki masih menggunakan yang sederhana.”

Pemasaran produk juga menjadi kendala lain yang dimiliki oleh pak Ucil, sapaan akrab Ahmadi. “Pemasaran hasil produknya juga masih sebatas pemasaran lokal,” sambung Ayun. Selain itu, manajemen keuangan yang dimiliki belum dikelola secara baik sehingga sulit mengetahui perkembangan UMKM. Pengabdian masyarakat yang dilakukan keduanya bertajuk “Program Kemitraan Masyarakat Handycraft dari bahan limbah kain handuk (Perca) “KANTA CRAFT” Usaha Mikro Milik Penyandang Cacat di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, kota Surabaya.” Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil mendapat Hibah Perguruan Tinggi.

Ayun menerangkan, “dari dana yang kami dapat kemudian kami berikan mesin yang lebih lengkap kepada pak Ahmadi untuk mempermudah proses produksi.” Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu juga memberikan pendampingan dan pelatihan terkait manajemen keuangan, seperti merapikan pembukuan. Untuk strategi pemasaran, Ayun bukan hanya memberikan pelatihan namun juga membuat media pemasaran seperti banner dan brosur. “Kami buatkan roll banner dan juga kartu nama. Nah itu bisa digunakan saat mengikuti pameran dan untuk kartu namanya juga bisa dibagikan,” tukasnya.

Dengan pemberian pelatihan dan juga pengadaan mesin jahit yang ada, Ayun berharap UMKM pak Ahmadi mampu memenuhi pesanan dan bisa bersaing dengan UMKM lain. Ia juga berharap kegiatan yang telah terlaksana mampu menambah pengetahuan sehingga pak Ahmadi mampu mengelola usahanya dengan baik. “Sejauh ini pak Ahmadi mengaku sudah ada peningkatan pesanan, menambah variasi produk juga. Sekarang juga sudah bisa menggunakan kain lain, bukan hanya handuk dan menghasilkan banyak produk,” tuturnya. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda