150 Universitas se-Indonesia Ikuti Konferensi Internasional Studi Inggris di Untag Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah The 4th International Conference on English Studies in Indonesia (ICONESIA) 2025. Konferensi bertajuk ‘Cultural Dialogues: English Studies in a Globalized World’ tersebut digelar pada 28–29 Oktober 2025 di Ruang R. Soeparman Hadipranoto, Gedung Grha Wiyata lantai sembilan. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari 150 universitas di berbagai wilayah Indonesia.

Ajang ilmiah ini merupakan penyelenggaraan keempat konferensi internasional studi bahasa Inggris di Indonesia, setelah sebelumnya berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Trunojoyo Madura, dan Universitas Bangka Belitung.

Konferensi menghadirkan sejumlah profesor ternama dari berbagai negara, antara lain Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong (Australia), Prof. Dr. I Ketut Artawa dari Universitas Udayana (Indonesia), Prof. Dr. Jessie Barrot dari National University (Filipina), Dr. Ovidiu Matiu dari Lucian Blaga University of Sibiu (Rumania), serta Associate Prof. Dr. Sharmini Abdullah dari Universiti Malaysia Perlis (Malaysia).

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya – Dr. Pariyanto, M.Ed., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada FIB sebagai tuan rumah. “Kami merasa terhormat dan bangga menjadi tuan rumah keempat konferensi ini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam peningkatan pengetahuan serta perluasan kolaborasi global di bidang bahasa, sastra, dan budaya,” ujarnya.

Ketua English Studies Association in Indonesia (ESAI) – Dr. Adi Sutrisno, M.A., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “ICONESIA bukan sekadar konferensi, melainkan ruang hidup bagi pertukaran hasil penelitian, berbagi pengetahuan, serta wujud nyata kolaborasi lintas negara. Penyelenggaraan konferensi di Untag Surabaya merupakan yang terbaik, baik dari sisi persiapan maupun pelaksanaan,” ungkapnya.

Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menegaskan komitmen universitas untuk terus berkiprah di kancah global. “Untag Surabaya berkomitmen memperluas wawasan keilmuan, meningkatkan kualitas penelitian, serta menghadirkan hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat lokal maupun global. Kehadiran para profesor lintas negara menjadi bagian dari kontribusi Untag dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Pada hari pertama konferensi, tiga profesor mempresentasikan hasil penelitian mereka. Prof. Jessie S. Barrot menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) dalam kepenulisan akademik, yang menuntut pendidik untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengelola dan mengkoordinasikan klausa.

Prof. Ian Buchanan membahas fenomena penggunaan bahasa dalam dunia politik. “Pemimpin negara sering menggunakan bahasa berbeda kepada audiens yang berbeda. Misalnya, mereka dapat mengatakan ‘Saya orang sederhana yang mendukung rakyat kecil,’ namun di sisi lain juga mendukung kelompok elit demi kepentingan kekuasaan pribadi,” paparnya.

Sementara itu, Prof. I Ketut Artawa menyoroti fenomena pencampuran bahasa pada papan informasi di Bali yang mencerminkan dinamika penggunaan bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris dalam konteks pariwisata global.

Pada hari kedua, tiga pakar dari luar negeri turut berbagi hasil riset mereka. Associate Prof. Dr. Sharmini Abdullah menekankan pentingnya peran manusia dalam penerjemahan. “Penerjemahan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada AI. Kecerdasan buatan tidak memiliki pengalaman manusia, tidak memahami etika, budaya, emosi, maupun konteks agama. Karena itu, peran manusia tetap tak tergantikan,” tegasnya.

Dr. Ovidiu Matiu yang hadir secara daring menyampaikan pandangannya mengenai sastra sebagai refleksi kehidupan. “Sastra membantu kita memahami siapa diri kita dengan cara yang lebih kaya dan kompleks, bukan hanya dari satu sudut pandang yang sempit,” jelasnya.

Selain pembicara internasional, dosen Program Studi Sastra Inggris Untag Surabaya, Dr. Tri Pramesti, M.S., turut memaparkan pentingnya pengembangan sastra dewasa muda sebagai upaya meningkatkan literasi di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan konferensi ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya sebagai kampus nasionalis yang berorientasi global. Kampus Merah Putih terus memperkuat kolaborasi riset, memperluas jejaring akademik internasional, serta berperan aktif dalam memajukan studi bahasa, sastra, dan budaya di tingkat dunia.