logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

14 Mahasiswa Untag Surabaya Lolos Pejuang Muda Kemensos RI

14 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Surabaya lolos program ‘Pejuang Muda’ yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia ini melibatkan mahasiswa untuk ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. “Mahasiswa akan ditempatkan di lokasi seperti daerah pasca-bencana, kantong kemiskinan dan komunitas adat terpencil,” kata Wiwin Widiasih, ST., MT. - Ketua Pengembangan dan Implementasi Bentuk Pembelajaran Untag Surabaya saat ditemui di Kantor Badan Pegembangan Akademik pada Rabu, (13/10).

“Program ini terhubung dengan kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek RI karena di MBKM ada proyek kemanusiaan,” lanjutnya. Mahasiswa terpilih duduk di bangku semester lima dan melewati serangkaian seleksi. “Setelah sosialisasi, kita (Untag Surabaya) mengirimkan 22 peserta, tapi yang lolos hanya 14 mahasiswa. Mereka mengikuti dua tahap seleksi, ada Seleksi Administrasi dan LGD (Leaderless Group Discussion),” jelas wanita kelahiran lawang ini.

Dosen Fakultas Teknik ini menyebutkan bahwa pelaksanaan program Pejuang Muda akan dilakukan secara hybrid, “Aktivitas online dan offline akan menjadikan mahasiswa bisa belajar langsung di lapangan sekaligus menggerakkan banyak orang untuk berkontribusi via online.” Para mahasiswa akan melakukan pengembangan program bantuan sosial, pemberdayaan fakir miskin dan lansia, pola hidup sehat dan kesehatan lingkungan hingga yang berkaitan dengan fasilitas untuk kepentingan umum.

Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial, melalui pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat hingga implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak. Berdampak, inklusif dan kolaboratif merupakan prinsip dalam implementasi program Pejuang Muda yang akan dilaksanakan mulai November 2021 sampai Januari 2021 ini.

“Harapannya Capaian Mata Kuliah (CPMK) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bisa tercapai, karena setiap mata kuliah, sesuai kurikulum, ada soft skill. Jadi mahasiswa bisa terjun ke masyarakat dengan soft skill selain mengimplementasikan hard skill,” jelas Wiwin. Pasca program, lanjutnya, mahasiswa pun akan menerima konversi sks, “Kalau tidak bisa akan diganti dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah.” Dengan implementasi program tersebut, Wiwin berharap, “Semoga tahun depan kita lebih siap, karena terkait pemeringkatan. Jadi mulai saat ini sudah disiapkan program MBKM.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT