Kamis, 20 - 12 - 2018
00:04:59
Bertindak Lokal Berfikir Global Dalam Atasi Masalah Lingkungan Hidup

Diposting oleh : Admin | Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:41:32 WIB | Dibaca: 177 kali

Dalam upaya menggalakkan budaya Eco Campus dilingkungan civitas akademika UNTAG Surabaya, telah banyak kegiatan yang diadakan oleh Kampus Merah Putih ini. Salah satunya yakni Training Environmental Sustainability – Eco Campus, Act Local Think Global yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTAG Surabaya, pada Kamis (27/09). Bekerjasama dengan EQWIP Hubs dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Seloliman Mojokerto, agenda ini bertempat di Meeting Room, Gedung Graha Wiyata lantai 1 UNTAG Surabaya.

Dengan dimoderatori oleh Irmashanti Danadharta, S.Hub.Int., M.A, narasumber yang hadir yakni Levi Kingfisher – perwakilan dari EQWIP Hubs dan Yuda Prasetyadi – perwakilan dari PPLH. Keduanya mengulas isu lingkungan hidup dari sisi global maupun lokal, dampak serta strategi pelestarian yang bisa dilakukan.

Dalam pemaparannya, Levi yang berkesempatan mengulas isu lingkungan hidup dari sudut pandang global, mengemukakan beberapa dampak adanya kerusakan lingkungan. Menurutnya, dampak climate change sebagai salah satu wujud kerusakan lingkungan sudah cukup signifikan sejak masa industri. Baik secara global maupun lokal.

“Salah satunya adalah meningkatnya air laut yang bisa menyerap karbon. Semakin banyak karbon yang terserap, bisa menghasilkan carbon acid. Tingkat keasaman yang tinggi berpengaruh pada ekosistem laut,” terang Levi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa isu lingkungan merupakan hasil dari apa yang telah manusia lakukan pada lingkungan

Sementara itu, saat membahas isu lingkungan dalam perspektif lokal, Yuda Prasetyadi menyebutkan isu banjir, pencemaran air, polusi udara, kekeringan dan pencemaran tanah sebagai kerusakan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia.

Yuda juga mengemukakan beberapa solusi yang bisa dan mudah dilakukan oleh masyarakat: penanaman pohon (reboisasi), greenhouse, biogas, biopori - sumur resapan, sekolah hijau dan bank sampah. Demikian halnya dengan Levi, ia menyebutkan bahwa untuk menghadapi isu kerusakan lingkungan, butuh banyak stakeholder yang harus berperan. “Kita harus melakukan perubahan lifestyle, dari pribadi maupun kelompok, dan semua orang yang punya wewenang besar”, tutup WNA berkenegaraan Kanada tersebut. (ua/aep)

A A A
Menu Lainnya