Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mahasiswa Teknik Informatika UNTAG Surabaya Membuat Aplikasi Maturity Model Berbasis Website


Selasa, 15 September 2015 - 11:53:06 WIB

Diposting oleh : Eddy Wahyudi
Kategori: Hasil Karya - Dibaca: 208 kali


Dwi Johan Maliono dan Abdul Ajis Setiawan mahasiswa jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) UNTAG Surabaya membuat Aplikasi Maturity Model Berbasis Website. Aplikasi ini untuk mempermudah melakukan penilaian terhadap kematangan proses dan hasil dari nilai kematangan proses Tekonologi Informasi (TI) sehingga menjadi acuan proses selanjutnya.

Dwi menjelaskan, maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang. Sebagai contoh ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal.

“Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan,” kata Dwi kepada warta17agustus.com.

Sedangkan Abdul menambahkan, penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.

Maturity model, lanjut dia, dapat digunakan untuk memetakan status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu, status standar industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding), status standar internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding). “Dan, strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan),” tutupnya.

Dwi dan Abdul berharap hasil penelitiannya tidak hanya memberikan nilai kematangan proses TI saja, tetapi dapat memberikan pernyataan-pernyataan sesuai nilai kematangan tersebut berdasarkan framework COBIT.



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :