English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Kerupuk Puli, Oleh-Oleh Khas Desa Ba’engas


Rabu, 09 Januari 2019 - 16:11:05 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 96 kali


Desa Ba’engas memiliki beberapa produk unggulan, salah satunya adalah kerupuk puli. “Setelah melakukan survey ke tempat produksi, terlihat bahwa para pengusaha masih menggunakan metode pemotongan secara manual dengan menggunakan pisau. Metode ini membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaannya karena pengusaha harus memotong satu persatu adonan kerupuk puli. Hal ini menjadikan produksi kerupuk puli mulai ditinggalkan,” kata Muhammad Ibrahim Ketua Kelompok KKN Desa Ba’engas. Hal inilah yang menjadi latar belakang Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Desa Ba’engas dalam melakukan sosialisasi pada Minggu, (16/12). Peserta adalah ibu-ibu PKK, karang taruna dan pelaku usaha kerupuk puli setempat.

Muhammad menjelaskan bahwa Divisi Teknologi Tepat Guna Kelompok KKN Desa Ba’engas menawarkan solusi berupa alat pemotong kerupuk yang lebih efektif. “Dengan satu kali potong akan menghasilkan beberapa potongan kerupuk sehingga proses pemotongan kerupuk lebih cepat. Kami menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan harga terjangkau. Sehingga para pengusaha dapat membuat alat ini sendiri dan tidak mengeluarkan biaya yang banyak,” terangnya. Muhammad menuturkan pengusaha kerupuk puli dan warga Desa Ba’engas terlihat antusias untuk memiliki alat pemotong kerupuk tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Divisi Kewirausahaan Kelompok KKN Desa Ba’engas turut berpartisipasi dalam sosialisasi. Mereka memberikan penyuluhan tentang pembuatan kerupuk puli dengan inovasi rasa, yaitu pedas, bawang dan udang. “Kami pun memberikan contoh kemasan dan logo yang bisa digunakan dalam produksi agar terlihat lebih menarik dari kerupuk puli pada umumnya,” kata Muhammad. Dia berharap, dengan pengetahuan tentang inovasi rasa dan kemasan tersebut akan bisa meningkatkan harga jual kerupuk puli yang biasa dijual murah, yakni hanya Rp 500 sampai Rp 1.000. Dia pun berharap kerupuk puli menjadi oleh-oleh khas Desa Ba’engas sehingga desa itu pun lebih dikenal. (um/aep)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :


Page generated in 1550357069.46 seconds.
umraniye escort
bodrum escort
sirinevler escort avcilar escort halkali escort sirinevler escort bakirkoy escort istanbul escort sirinevler escort atakoy escort beylikduzu escort istanbul escort beylikduzu escort
porno porno
izmir escort
erotik film izle
paykasa bozdurma
huluhub.com