English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Prof. JIMLY ASSHIDDIQIE: MANTAN LEBIH BAIK DARIPADA CALON


Selasa, 25 September 2018 - 14:30:59 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 299 kali


Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (FH UNTAG) Surabaya mengadakan kuliah umum dengan mengusung tema “Hak Politik Mantan Narapidana dalam Perspektif Konstitusi, HAM, dan Moralitas dalam Negara Hukum”. Bertempat di Gedung Graha Widya lt. 2, pada Jumat, (21/9), kuliah umum ini dihadiri seluruh mahasiswa aktif FH angkatan 2015-2018.

Selain dekan FH UNTAG Surabaya-Dr. Slamet Suhartono, SH., MH., Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA, CPA., juga turut hadir sekaligus mebuka kuliah umum tersebut. Hadir sebagai narasumber tunggal, mantan Wakil Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., MH yang dimoderatori oleh Dosen Fakultas Hukum Dr. Ghufron, SH., MH.

Menurut Jimly, materi tentang hak politik narapidana ini sedang hangat dibicarakan diantara para ahli konstitusi. Adapun cakupan dari materi ini luas, tidak hanya narapidana korupsi. “Adik adik mahasiswa harus mau mengikuti fenomena hukum dan konstitusi yang sedang hangat diperbincangkan, karena berkembang dengan sangat cepat. Dulu dan sekarang sangat berbeda, terutama tentang etika dan budaya konstitusi,” tuturnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Jimly mengatakan bahwa mahasiswa harus memahami perkembangan yang ada bukan hanya dengan membaca sebagai teks. Karena teks terus berkembang, ada ekspresi budaya dan moralitas yang mengikuti perkembangan konstitusi.

Mantan Wakil Mahkamah Agung RI menegaskan bahwa Indonesia perlu menyelesaikan semua sengketa dan konflik dalam konstitusi, sebab konstitusi bukan juga merupakan resource of ethic. Hal ini guna menyelamatkan moral negara hukum kita, Indonesia. Dia menjelaskan bahwa dulu etika dan hukum dipisahkan, tetapi saat ini tidak dapat dipisahkan. Dia mengibaratkan etika adalah samudera dan hukum sebagai kapal menuju keadilan. Keduanya harus berkolaborasi, inilah perspektif yang berkembang di negara modern termasuk Amerika. “Etika itu roh dan hukum adalah bungkusnya. Sayangnya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat Pancasila itu pembenci dan pendendam. Padahal, mantan narapidana lebih baik daripada calon narapina”. Tegas Jimly (um/aep)



Terkait


23 Komentar :


  • Termantap!

  • Termantap!

  • ssss!

  • Terimakasih atas beritanya pak, Saya Tunggu Berita yang barunya lagi

  • Terimakasih atas beritanya pak, Saya Tunggu Berita yang barunya lagi

  • jarang sekali ada web site yang meyediakan artikel semenarik ini

  • saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik

  • baik sekali agan membuat informasi yang bagus seperti ini lanjutkan

  • baik sekali agan membuat informasi yang bagus seperti ini lanjutkan

Isi Komentar :


sirinevler escort avcilar escort halkali escort sirinevler escort bakirkoy escort istanbul escort sirinevler escort atakoy escort beylikduzu escort istanbul escort beylikduzu escort
istanbul escort beylikduzu escort istanbul escort halkali escort etiler escort beylikduzu escort sisli escort sirinevler escort istanbul escort sirinevler escort esenyurt escort sirinevler escort sirinevler escort avcilar escort istanbul escort beylikduzu escort bakirkoy escort beylikduzu escort atakoy escort avcilar escort sirinevler escort findikzade escort porno porna brazzers porno turk pornosu porno izle hd porno
mobilepornxtube mobile18porn mobilefuckporn mobilexxxsexporn
izmir escort
escort kars escort kibris
porno porno
paykasa bozdurma
erotik film
umraniye escort