English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

PERMIRA GOES TO SCHOOL AND CAMPUS


Kamis, 20 September 2018 - 08:44:35 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 213 kali


Dengan didukung oleh Perhimpunan Mahasiswa di Rusia (Permira), Badan Urusan Kerjasama (BUK) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan sosialisasi Beasiswa Pemerintah Rusia dan Talkshow tentang Kehidupan Mahasiswa di Rusia. Acara Permira Goes to School and Campus yang diadakan di ruang Auditorium gedung A lantai 3 disambut baik oleh Kepala Bagian Urusan Kerjasama. “Kita akan banyak belajar dan mendapatkan pengetahuan baru. Semoga bermanfaat. Bisa ditanyakan kesempatan dan apa yang perlu disiapkan. Kita akan belajar culture yang berbeda. Semoga mendapatkan manfaat”, ujar Wiwin Widiasih, ST., MT. saat membuka acara pada Selasa, (4/9).

Tampil sebagai pemateri pertama, Hartomy Akbar Basory-mahasiswa Kazan University. Pria yang menerima Beasiswa S2 Pemerintah Rusia ini menjelaskan ada 6 tahapan pendaftaran yaitu: kriteria mendaftar dan persyaratan dokumen, pra pendaftaran, pemilihan program studi, mendaftar akun kandidat, wawancara, hingga kelulusan. Program beasiswa ini mirip dengan SNMPTN, tetapi basis penyaringan berdasarkan kuota yang ditentukan oleh dana. “Di tahap wawancara kita akan ditanyai berapa dana yang kita sediakan. Harus bilang ada dana, karena mereka cenderung tidak memilih orang dengan nol dana,” papar Hartomy. Menurut lulusan Manajemen SDM Universitas Narotama ini calon mahasiswa dengan prodi yang tidak linear diperkenankan, asal punya argumen yang kuat. D4 pun diperkenankan lanjut ke S2.

Tak hanya Hartomy, Dika Ayu Safitri-Dosen Teknik Sipil UNTAG Surabaya berkesempatan untuk memberikan materi. Saat ini Dika menempuh pendidikan S3 Geomatics Engineering di Southern Federal University, Rostov on Don, Rusia melalui Beasiswa Pemerintah Rusia. Beasiswa ini parsial yakni hanya SPP, sedangkan uang saku diberikan masing-masing perguruan tinggi. Dia bercerita bahwa di Rusia lebih banyak memakai ujian lisan, bukan tulis. Literatur lebih banyak yang berbahasa Rusia, bukan berbahasa Inggris. “Saya tidak mahir berbahasa Rusia. Akan tetapi promotor saya mengaku tidak bisa berbahasa Inggris. Dia yang meminta saya belajar Bahasa Rusia. Bahkan mata kuliah Wawasan Rusia wajib, karena mereka sangat cinta Rusia,” ungkap Dita. (um/aep)



Terkait


10 Komentar :


  • TQ sob atas infonya

  • informasi ini sangat bagus sekali terimakasih telah berbagi, terus update

Isi Komentar :


umraniye escort
bodrum escort
sirinevler escort avcilar escort halkali escort sirinevler escort bakirkoy escort istanbul escort sirinevler escort atakoy escort beylikduzu escort istanbul escort beylikduzu escort
porno porno
izmir escort
erotik film izle
mobilepornxtube mobile18porn mobilefuckporn mobilexxxsexporn
ankara escort