English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

UNTAG SURABAYA SELENGGARAKAN SARASEHAN KEBANGSAAN


Senin, 02 Juli 2018 - 16:50:22 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 228 kali


Ir. Soekarno dikenal sebagai pemersatu bangsa dan juga Sang Proklamator yang melahirkan Pancasila pada 1 Juni 1945. Dalam rangkaian Dies Natalis ke-60 tahun, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dipercaya oleh Institute for Sryiac Culture Studies (ISCS) untuk menggelar acara Sarasehan Kebangsaan. Acara yang dimoderatori oleh Dosen Universitas Kristen Petra, Drs. Ronny Herowind Mustamu, M.Mgt. ini diselenggarakan di R. Soeparman Hadipranoto Gedung Graha Wiyata lantai 9 dengan tema Dirgahayu 639 Tahun Bhinneka Tunggal Ika & Bulan Soekarno. Pada awal acara, tarian daerah yang berasal dari Banyuwangi yaitu Tari Sorote Lintang mampu memeriahkan dan menarik perhatian sejumlah peserta dan tamu undangan yang hadir. Senin, (25/6).

Peserta yang hadir pada kegiatan ini meliputi berbagai kalangan mulai dari Rektor, Dosen Pancasila dan Mahasiswa Perguruan Tinggi wilayah Surabaya dan para petinggi atau pejabat nasional. Adapun tamu undangan yang hadir merupakan tokoh masyarakat dan tokoh agama (lintas iman) dari berbagai denominasi.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA, CPAI mengatakan bahwa UNTAG Surabaya adalah miniatur Indonesia yang didirikan Soekarno, karena UNTAG Surabaya adalah rumah dari keanekaragaman dan Bhinneka Tunggal Ika. “Dengan wawasan ini hidup tanpa diskriminasi harus dimiliki setiap warga. Evolusi teknologi mendukung hal ini karenanya diharapkan generasi muda dapat meningkatkan rasa kebangsaan,” ujarnya.

Walikota Surabaya Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini M.T., turut hadir dan memberikan sambutan, “Bung Karno rela kehilangan hak kebebasan. Dia dibuang dan dipenjara. Apalagi kemarin Surabaya berduka karena tragedi kemanusiaan. Nyawa saya tidak ada gunanya. Saya rela mengorbankan nyawa, belajar dari Soekarno. Mari kita bergandengan tangan bersama-sama. Kita satu meskipun kita berbeda-beda.” Setelah memberikan sambutan, dilanjut dengan memukul gong sebagai tanda bahwa acara telah resmi dimulai.

Bendahara Yayasan  Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., selaku keynote speech juga menyampaikan “Sampai akhir hayatnya Soekarno memperjuangkan Indonesia. Kita harus meniru sosok beliau.”

Sarasehan Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI-Dr. Ahmad Basarah, M.H. yang menyampaikan materi mengenai Mewujudkan Masyarakat Pancasila, Relevansi Ajaran Bung Karno dan Tantangan Ideologi Sektarian. Adapun 2 tokoh budayawan sebagai pembicara, yakni Guru Besar Cultural Antrophology King Fahd University-Prof. Sumanto Al-Qurtuby, Ph.D.. “Bung Karno merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan dan merawat sejarah. Mahasiswa harus menjadi tulang punggung perjuangan. Budayawan dan Pendiri ISCS-Dr. Bambang Noorsena, SH., MA” kaji Prof. Sumanto. (Um)



Terkait


4 Komentar :


  • baik sekali agan membuat informasi yang bagus seperti ini lanjutkan

Isi Komentar :


umraniye escort
paykasa bozdurma
sirinevler escort avcilar escort halkali escort sirinevler escort bakirkoy escort istanbul escort sirinevler escort atakoy escort beylikduzu escort istanbul escort beylikduzu escort
porno porno
izmir escort
erotik film
mobilepornxtube mobile18porn mobilefuckporn mobilexxxsexporn