English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNTAG SURABAYA IKUTI SIMPOSIUM NASIONAL VI


Jumat, 25 Mei 2018 - 09:37:33 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 106 kali


Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Surabaya paparkan makalah dalam Simposium Nasional VI yang diadakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala. Keduanya merupakan mahasiswa program sarjana (S1) Ilmu Hukum UNTAG Surabaya, Muhammad Dicky Alfian dengan judul “Agama Bukan di Pertuhankan” dan Yohana Kurniasari W. dengan judul “Peranan Hukum di Indonesia Terhadap Fanatisme”. Simposium ini diselenggarakan pada Sabtu, 5 Mei 2018 bertempat di Ruang Teater lt.1 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Simposium tersebut mengangkat tema “Membongkar Rezim Fanatsime” dengan 3 subtema; 1. Fanatisme dalam Agama, 2. Fanatisme dalam Pusaran Ekonomi Politik dan 3. Budaya-Tanding Menanggapi Fanatisme.

Muhammad Dicky Alfian dengan tulisan yang berjudul “Agama Bukan di Pertuhankan” yang termasuk dalam subtema Fanatisme dalam Agama, menuliskan mengenai sisi baik-buruk dari fanatisme. “Sisi buruk dari fanatisme sendiri adalah ketika fanatisme yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok tersebut disebarkan dan menjadi doktrin untuk orang-orang yang belum memiliki ideologi yang kuat dan gampang sekali termakan oleh doktrin tersebut. Sisi baiknya sendiri apabila fanatisme hanya untuk dirinya sendiri dan tidak disebarluaskan ke orang lain dan secara pribadi ia mendapat dari fanatisme tersebut,” terang mahasiswa Ilmu Hukum semester dua tersebut.

Selain itu, Yohana Kurniasari W. memaparkan tulisannya yang berjudul “Peranan Hukum di Indonesia Terhadap Fanatisme”. Dalam tulisannya Yohana menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, namun pada fenomenanya sering diwarnai dengan adanya pertikaian disaat membela masing – masing calon yang diusung. “Bahkan sering terjadi pemaksaan kehendak dan memaksa orang lain sependapat dengannya. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk fanatisme,” ujar Yohana. Menurut Yohana permasalahan tersebut bisa diatasi dengan peran Bhineka Tunggal Ika serta sila ke 3 Pancasila. Hal tersebut diharapkan mampu mengatasi fenomena fanatisme dan juga demi tujuan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 terutama yang tertuang dalam alinea ke 2 dan ke 4.

Selain Dicky dan Yohana, terdapat dua mahasiswa lain yang tulisannya juga lolos dalam simposium sebagai peserta yakni Adinda Septia Thalia dengan “Fanatisme Korean Wave” dan Citra Tomy Tri C. Dengan judul “Antara Fanatisme dan Gairer”. Tulisan dari salah satu dosen Fakultas Hukum, Abraham Ferry Rosando, S.H., M.H., juga lolos dalam simposium sebagai peserta. (ua/mu2)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :