Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

GUNA MELATIH ARGUMENTASI HUKUM, FH MENGADAKAN DEBAT MAHASISWA


Senin, 16 April 2018 - 16:27:22 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 125 kali


Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan Debat Mahasiswa dengan tema “Menuju Perlindungan Anak di Negara Hukum”. Debat tersebut bertempat di Meeting Room Graha Wiyata Lt. 1 UNTAG Surabaya dan diikuti oleh para mahasiswa yang menempuh mata kuliah Hukum Perlindungan Anak dengan dosen pengampu Wiwik Afifah, SH., MH. Tampil sebagai dewan juri, 3 dosen Fakultas Hukum UNTAG Surabaya, yaitu: Eni Setyorini, SH., MH., Sofyan Hadi, SH., MH., dan Sukma, SH., MH.

Hadir untuk memberi sambutan dan membuka acara Dr. Slamet Suhartono, SH., MH., selaku Dekan Fakultas Hukum UNTAG Surabaya. Dalam sambutannya Slamet mengatakan, “Acara ini berbeda dari biasanya. Ini adalah proses pembelajaran bagi anak-anak kami (mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Surabaya). Modal dasar mahasiswa Fakultas Hukum adalah berbicara. Karena itu mahasiswa Ilmu Hukum harus bisa dan pandai berbicara. Itulah mengapa, kami (civitas akademika Fakultas Hukum) konsen dalam mengembangkan skill para mahasiswa.” Ditambahkannya,“Semoga debat kali ini bisa berguna. Lahan terbuka luas bagi kalian (mahasiswa Fakultas Hukum). Anda bisa mengambil lahan itu.”

Dalam debat tersebut ada 2 topik yang dibahas. Debat pertama membahas “Pemidanaan Anak Pelaku Kejahatan Seksual” dengan kelompok Pro: Qio, Mona, dan Fujika melawan kelompok Kontra: Gerry, Masudin, dan Kusno. Adapun debat kedua membahas “Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kejahatan Seksual Berulang pada Anak” kelompok Pro: Siwi, Atikah, dan Imelda melawan kelompok Kontra: Winy, Tatang, dan Budi.

Di akhir acara, dewan juri mengumumkan hasil debat tersebut. Keluar sebagai juara dalam tema “Pemidanaan Anak Pelaku Kejahatan Seksual” kelompok Kontra dengan poin 70,1 mengalahkan kelompok Pro dengan poin 60. Adapun kelompok Pro dalam  tema “Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kejahatan Seksual Berulang pada Anak” keluar sebagai pemenang dengan poin 80, mengalahkan kelompok kontra dengan poin 73.

“Karena ini adalah debat hukum maka tujuannya untuk melatih berargumentasi hukum. Sehingga akan melahirkan mahasiswa yang berani. Di samping itu untuk menajamkan sistematika berpikir juga untuk melihat substansi, metode, dan manner dalam berdebat,” kata Dosen Pengampu mata kuliah Hukum Perlindungan Anak, Wiwik Afifah, SH., MH., saat ditemui di akhir acara. (Um)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :


umraniye escort
instagram takipçi satın al
izmir escort
canli bahis
seks filmi
ankara escortlar