English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

GURU HUMORIS, CEGAH SISWA APATIS


Selasa, 06 Maret 2018 - 08:50:54 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 282 kali


Mamang Efendy dari program studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya  meraih predikat thesis terbaik melalui penelitiannya berjudul “Hubungan antara Persepsi tentang Kreativitas dan Selera Humor Guru dengan Minat Belajar Siswa.”

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah utama yang terjadi di sekolah dan jarang di perhatikan adalah masalah minat belajar Siswa yang berdampak pada hasil belajar dan prestasi belajar siswa. Faktor guru berperan sentral, sehingga dari hasil wawancara dengan siswa, siswa lebih senang kepada guru yang mengajarnya menarik, selalu menampilkan hal-hal baru, dan bijaksana menggunakan humor saat mengajar. Dari hasil wawancara dengan siswa, dikorelasikan bahwa persepsi siswa tentang kreativitas guru dan humor guru berhubungan dengan minat belajar siswa.

Mamang menjelaskan, “Keberhasilan siswa dalam belajar tidak lepas dari peran guru sebagai  peran sentral dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus memiliki modal kreatif dan dapat menggunakan humor secara bijaksana ketika mengajar. Proses pembelajaran yang disertai dengan kreativitas dan selera humor guru dan dipersepsi positif oleh siswa dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa.” Menurut Mamang, hal ini sangat berperan penting terhadap minat belajar siswa, membuat siswa lebih tertarik, dan membuat siswa tidak mudah merasa bosan mengikuti pelajaran.

Sebagai peneliti dan guru, tentu tujuan dari penelitian Mamang adalah meningkatkan minat belajar siswa di sekolah. Selain itu memberikan gambaran kepada para guru di sekolah supaya lebih kreatif dan bijaksana menggunakan humor saat mengajar, agar siswa lebih tertarik dan antusias mengikuti pelajaran.

Mamang berharap, masyarakat yang sekaligus sebagai wali murid merasa senang apabila putra putrinya mempunyai minat belajar yang tinggi, selain itu masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan image guru yang selama ini killer dan menakutkan bagi siswa. “Karena untuk mendisiplinkan siswa atau membuat siswa antusias dan kondusif mengikuti pelajaran, guru tidak perlu lagi melakukan kekerasan fisik, cukup dengan hanya menjadi guru yang kreatif dan mempunyai selera humor maka siswa akan tertarik dan kondusif mengikuti pelajarannya,” kata Mamang.

Mamang Efendy akan dikukuhkan bersama 790 mahasiswa lainnya dari jenjang S-1 (Sarjana), S-2 (Magister), dan S-3 (Doktor) dalam Wisuda Periode I UNTAG Surabaya 2018 pada Sabtu, (03/03/2018). (Um)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :