Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

MAHASISWA DAN ALUMNI FH UNTAG SATU FORUM, SEMINARKAN STUDI PERBANDINGAN HUKUM KONTRAK


Rabu, 10 Januari 2018 - 09:17:42 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 258 kali


Fakultas Hukum menggelar Seminar Mahasiswa dengan tema “HUKUM KONTRAK (Studi Perbandingan)” (Kamis, 05 Januari 2018) di Meeting Room Untag Surabaya. Acara yang dipadati oleh  Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) baik mahasiswa S1, S2, maupun S3, Alumni Fakultas Hukum Surabaya, dan masyarakat umum ini menghadirkan enam narasumber  yang meliputi dosen, dua Mahasiswa S1,  Mahasiswa S2 Magister Hukum, Alumni S2, dan Mahasiswa S3 Doktor Hukum FH Untag Surabaya, dimoderatori oleh Dr. Endang Prasetyawati, S.H.,Hum.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM..,CMA.,CPAI., dalam sambutannya menyatakan bangga kepada Fakultas Hukum yang konsisten menyelenggarakan seminar mahasiswa dan kegiatan-kegian akademik yang menguatkan iklim ilmiah di kampus merah putih.

Seminar Mahasiswa kali ini menampilkan beragam perspektif. Pembicara pertama Moh. Jufri Ahmad, S.H.,M.H. - dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya menyampaikan tentang hukum perjanjian secara umum menurut KUH Perdata, bahwa kontrak (perjanjian) tertulis bukan merupakan syarat dari sahnya  kontrak tapi untuk jaman “now” kontrak sebaiknya tertulis agar tidak terjadi kesalapahaman atau kecurangan. Pembicara ke-dua Mona (Mahasiswa S-1 Teknik Perancangan Kontrak FH) menyampaikan perbandingan hukum kontrak antara Indonesia dengan Belanda, di mana kedua negara tersebut mempunyai kesamaan dalam kontrak merupakan perbutaan hukum yang timbal balik anatara individu dengan individu lainnya atau lebih. Perbedaannya, di Indonesia tidak dijelaskan inti kapan penawaran dan penerimaan itu dilakukan, sedangkan di Belanda sangat diatur secara rinci kontrak itu harus diperhatikan penerimaan dan penawarannya.

Pembicara ketiga, Abraham Michael Setyagraha (Mahasiswa S-1 Hukum Perdata Internasional FH Untag Surabaya) yang menyampaikan materi perbandingan hukum kontrak antara Indonesia dengan Inggris. Hal yang paling membedakan adalah perjanjian di Inggris dalam hal kesepakatan tidak boleh ada misunderstanding, kemudian penawaran harus diikuti dengan penerimaan yaitu cover and exerbuss. Pembicara ke-empat, Rucita Permatasari, S.Des. (Mahasiswa S-2 Magister Hukum Perdata International) menyampaikan materi perbandingan hukum kontrak antara Indonesia dengan Singapura. Bahwa untuk penataran sejak penawaran sudah diperhatikan, Singapura lebih mutahkhir dari Indonesia karena sudah ada electronic transaction act, sedangkan di Indonesia belum bisa mengunggah tanda tangan untuk melakukan transaksi online.

Sudwijayanti, S.H.,M.H. (Alumni S-2 FH Untag Surabaya) menyampaikan perbandingan Indonesia dengan UNIDROIT Principle of International Coommercial Contract 2010. Dalam materi yang disampaikan dapat disimpulkan bahwa unit bawah 2010 mengedapankan prinsip kebebasan berkontrak tanpa ada keharusan suatu perjanjian itu dibuat secara tertulis atau dengan dokumen, asal tidak  melanggar itikad baik, transaksi berimbang, peraturan-peraturan yang bersifat mengecualikan tidak dilanggar itu diperbolehkan. Pembicara ke-enam Dwi Tatak Subagiyo, S.H.,M.Hum. membandingkan lapisan hukum antara filosofis dan dogmatic. Dalam pemaparannya disampaikan materi bahwa posisi standar kontrak itu adalah innominate, karena standart kontrak di Indonesia tidak berimbang, yang membuat adalah ekonomi kuat, dan mengacu surat edaran pada OJK untuk mengatasi standart kontrak.

Di ujung diskusi, Moderator Dr. Endang Prasetyawati, S.H.,Hum. menyimpulkan, “Bahwa hukum perdata di Indonesia sudah ketinggalan jaman, karena hukum itu mengikuti perkembangan yang ada di masyarakat. Seperti teori spiral hukum selalu tertinggal dari fenomena yang ada dalam masyarakat. Ini tantangan bagi akademisi dan praktisi untuk bersinergi".(Fia)



Terkait


1 Komentar :


  • Привет всем. Искал и нашёл. Делюсь с вами
    <a href=http://best-businessman.ru/>краны litecoin faucethub</a>

Isi Komentar :