English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

EAS EDITING, KOMUNIKASI UNTAG SURABAYA SCREENING FILM KARYA MAHASISWA


Selasa, 09 Januari 2018 - 18:51:10 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 344 kali


Sabtu (06/01/2018) akhir pekan yang biasa digunakan untuk bersantai justru menjadi hari sibuk bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya angkatan 2015. Mereka menjalani Evaluasi Akhir Semester (EAS) mata Kuliah Editing dalam bentuk Screening Film  “Mata kuliah Editing terdiri dari kelas pagi dan malam, sehingga jadwal ujian harus disesuaikan. Hari Sabtu dirasa paling ideal, sekaligus untuk mengakomodir peserta kelas malam,” ujar Dewi Sri Andika Rusmana, S.I.Kom., M.Med.Kom, salah satu dosen pengampu mata kuliah Editing.

Ada 13 film pendek karya mahasiswa yang ditayangkan untuk diuji, masing-masing dikerjakan secara berkelompok. Salah satu film berjudul “STAY” karya Alif Mochamad Abimanyu, cukup mencuri perhatian. Bercerita tentang hubungan kakak beradik, yang entah mengapa si kakak bersikap dingin terhadap si adik seolah tidak memperdulikannya. Keadaan semakin membingungkan si adik di saat sahabat si kakak dan si adik menemui mereka. “Genre-nya drama. Tapi bukan drama biasa, karena mempunyai sebuah rahasia dan akan diungkap di ending film,” ujar Alif setelah Screening Film di Laboratorium Televisi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya, seraya menambahkan, proses editing film endek karyarnya memakan waktu dua hari penuh.

Sementara film bertajuk “CREMIN” yang disutradarai Vikqry Maharani Sholeh, menuai pujian teman-temannya. Cremin, bukan typo, tapi memang sebuah kata dalam bahasa Sanskerta. Yang berarti cermin. Dengan genre horor komedi, film ini berkisah tentang 3 sejoli yang digentayangi hantu Cremin lantaran mengambil cermin yang ditemukan di pantai. “Kami menghabiskan 2 bulan untuk syuting, karena lokasi yang kompleks bahkan ada yang di luar kota. Untuk proses Editing sendiri selama 2 minggu,” Ujar Vikqry.

EAS dengan metkanisme movie project bukan pertama kali ini diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Namun yang membedakan kali ini adalah, selain sebagai tugas ujian, karya mahasiswa juga dilombakan. Meskipun titik tekan kegiatan ini adalah penilaian pada aspek editing, tak urung respon penonton yang positif membuat para film creator percaya diri bahkan terharu. Viqkry misalnya, mengatakan, “Film ini selesai saja sudah syukur dan kami tidak berharap banyak, karena takut mengecewakan dosen penguji dengan cerita kami yang terlalu panjang. Tapi alhamdulillah ternyata perjuangan kami tidak sia-sia, karena respon yang kami terima sangat positif. Apalagi semua penonton tertawa, kami jadi terharu.”

Sementara Dosen Pengampu mengatakan, “Hasil karya mahasiswa sungguh di luar ekspektasi, baik secara kualitas maupun keragaman tema. Saya sangat bangga. Karena semua karya luar biasa bagus. Semuanya keren. Semua maksimal mengerjakan bukan karena nilai, tapi semua mengerjakan dengan tulus. Bisa selesai tepat waktu, itu luar biasa. Saya sangat bahagia,” imbuhnya.” Ia menambahakan, “Harapan saya, para mahasiswa tidak minder dan bisa lebih percaya pada diri sendiri, dan  semua bisa menemukan skill baru, setidaknya dalam hal editing, tinggal terus mengasahnya lagi,” tutupnya dengan bangga.(Umar)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :