Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

UBAH PANAS KOMPOR MENJADI ENERGI LISTRIK


Jumat, 11 Agustus 2017 - 14:32:15 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 293 kali


Pada umumnya fungsi utama kompor gas yaitu untuk memasak. Namun, di tangan Didit Triwidodok fungsi kompor gas tidak lagi digunakan untuk memasak tapi juga sebagai pembangkit listrik.

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tersebut berhasil menciptakan kompor yang dilengkapi dengan baterai sebagai media penyimpanan energi listrik yang dihasilkan setiap kompor tersebut digunakan untuk memasak.

“Energi listrik yang disimpan ini bisa digunakan saat listrik padam. Kompor ini memiliki thermo electric, yakni sebuah media penghasil listrik yang dapat menghasilkan suhu dingin jika kedua terminal atau kabelnya dihubungkan dengan sumber tegangan DC,” ujar Didit.

Thermo elektrik biasanya dipakai pada kulkas portable, dispenser mini dan pendingin CPU. Electric Stove hanya menggunakan thermo elektrik sebagai generator, dengan cara memberikan temperature atau suhu panas pada salah satu sisi sedangkan pada sisi yang lain akan didinginkan.

Menurut Didit, energi listrik yang dihasilkan dari kompor ini berupa tegangan DC sebesar 10-14 Volt, dengan arus 2-4 Ampere.

“Tergantung perbedaaan temperature yang diterima oleh komponen thermo electric. Semakin besar selisih suhu antar kedua sisi lempengan thermo electric maka semakin besar pula daya yang dihasilkan,” ujarnya.

Cara kerja kompor yang merupakan karya tugas akhir ini sangatlah sederhana. Seperti kompor pada umummnya, namun setelah kompor dihidupkan lempeng sisi panas thermo electric akan menyerap panas dari kompor dan akan di buang melalui sisi yang lainnya dari proses tersebut maka akan timbul tegangan dari kedua ujung kabelnya.

“Tegangan tersebut akan masuk pada rangkaian boost conventer DC untuk dinaikkan tegangannya menjadi 13,8 Volt. Hal ini dimaksudkan supaya bila terjadi drop tegangan pada sisi thermo electric maka diharapkan rangkaian boost conveter ini tetap mampu menyuplai kebutuhan inventer yang memiliki tegangan kerja 10,5 Volt samapai 15 Volt,” tutur Didit.

Ia juga menambahkan bahwa tegangan dari boost conventer ini selanjutnya akan masuk pada rangkaian inventer untuk dinaikkan dan dirubah tegangannya dari 13,8 DC menjadi 220 Volt AC agar dapat digunakan untuk mensuplay beban/ peralatan listrik yang ada disekitar.



Terkait


4 Komentar :


  • Mas Didit kerren. Semoga penemuannya dapat dikembangkan dan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Amin

  • Semoga UNTAG Sby terus dapat mencetak orang-orang berkompeten dalam bidang teknologi. Selamat mas Didit.

Isi Komentar :