Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Sistem Kredit Prestasi Mahasiswa (SKPI) Akan Segera Diterapkan Pada Mahasiswa Baru 2017/2018


Kamis, 15 Juni 2017 - 20:50:37 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 136 kali


Bagian Kemahasiswaan & Alumni (BKA) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan rapat kerja  kemahasiswaan di The Alit Estabilishment – Pacet Mojokerto, 23-24 Mei 2017. Dibuka langsung oleh Dr. Andik Matulessy, MS (Wakil Rektor I Untag Surabaya), rapat kerja ini dihadiri oleh semua perwakilan civitas akademika dan organisasi kemahasiswaan Untag Surabaya.

Rapat kerja kemahasiswaan ini juga dihadiri oleh J. Subekti, SH. MM mewakili Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA).  J. Subekti, SH. MM –Bendahara Yayasan yang akrab dipanggil Pak Bekti– ini memberikan penjelasan singkat kepada perwakilan orkem yang hadir tentang sejarah YPTA dan Untag, sekaligus memaparkan secara filosofis karekteristik Untag sebagai kampus Nasionalis, “Untag disebut kampus merah putih, artinya kampus kita ini berdasarkan falsafah Negara yaitu Pancasila”.

Salah satu agenda penting pada raker kali ini adalah dibentuknya lima komisi Organisasi Kemahasiswaan yaitu Komisi Tata Laksana Organisasi Mahasiswa, Komisi Program Kerja, Komisi Pendataan Aktifitas UKM & Prestasi Mahasiswa, Komisi Peneriamaan Mahasiswa Baru (PMB) dan yang terakhir adalah Komisi Sistem Kredit Prestasi Mahasiswa (SKPI). Kelima komisi tersebut diharapkan bisa memberi solusi  atau mendorong kebijakan baru berkenaan dengan tatalaksana organisasi, aktifitas UKM & prestasi, PMB maupun SKPI.

Rapat pleno yang dimoderatori oleh Dr. Ayun Maduwinarti, MS (Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial & Politik) pada keesokan harinya (24 Mei 2017) kemudian menghasilkan sejumlah kebijakan baru antara lain:  masa bakti pengurus dalam semua organisasi di Untag harus berakhir pada bulan Oktober, dirancangnya susunan petunujuk teknis tentang pembekuan dan pendirian organisasi baru serta semua program kerja organisasi harus mengandung unsur promosi dan prestasi.

Yang menarik, pada rapat pleno tersebut juga diwarnai dengan  pro kontra soal mekanisme penerapan Sistem Kredit Prestasi Mahasiswa (SKPI). Dalam Sistem Kredit Prestasi Mahasiswa (SKPI), setiap mahasiswa yang lulus nantinya akan mendapatkan dua transkrip nilai yaitu transkrip nilai ijazah dan trankrip nilai kegiatan. Transkrip nilai kegiatan ini dihitung dari banyaknya point aktif atau tidaknya mahasiswa tersebut dalam mengikuti kegiatan semasa kuliah. Pro kontra berkaitan dengan  penetapan point yang harus dimiliki oleh mahasiswa kelas pagi dan mahasiswa kelas sore. Semula, ada perbedaan poin yang disyaratkan, untuk mahasiswa kelas pagi harus memiliki 130 poin dan mahasiswa sore 80 poin. Peserta pleno akhirnya sepakat, jumlah poin disetarakan. Wakil Rektor I Dr. Andik Matulessy, MS mengatakan,  “SKPI ini diadakan dengan tujuan mendorong mahasiswa untuk belajar aktif berorganisasi baik di HMJ, BEM Fakultas, BEM Universitas, UKM maupun BKK-UKM.” (MoeMoe)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :