Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Eksostisme Jalan Tunjungan dalam Karya Sketsa


Jumat, 26 Mei 2017 - 16:11:25 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 390 kali


Dibalik gedung-gedung bertingkat di Surabaya, ternyata terdapat satu sudut yang memiliki daya tarik tersendiri. Bertempat di pusat kota Surabaya, Jalan Tunjungan memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi Arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada 10 November 1945. Tidak hanya itu meski ditengah pembangunan dan modernisasi yang terjadi saat ini, hampir seluruh bangunan di sudut Jalan Tunjungan tidak berubah.

Tak jarang karena suasananya yang klasik dan eksotisme yang ada di Jalan Tunjungan, lokasi tersebut menjadi spot foto bagi para wisatawan dan masyarakat Surabaya sendiri. Namun apa jadinya jika Jalan Tunjungan tersebut diabadikan dalam bentuk sketsa. Nah, kali ini Himpunan mahasiswa Arsitektur (HIMARSITA) Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Sayembara sketsa yang mengambil obyek Jalan Tunjungan (18/05/2017).

Sayembara sketsa yang menjadi satu diantara agenda “Archifest” 2017 tersebut, diikuti para peserta dari pihak internal Mahasiswa Untag sendiri dan juga eksternal untuk kalangan masyarakat Surabaya. M. Tri Prasetyo – Ketua Panitia Archifest 2017 mengatakan, tujuan dari diselenggarakannya sayembara ini mengacu pada tema yaitu “Refusing to Forget” yang memiliki makna menolak lupa, dimana diharapkan dengan kegiatan ini para generasi muda dan masyarakat selalu mengingat sejarah.

Menurut Prasetyo, pemilihan Jalan Tunjungan  sebagai obyek sketsa, karena wilayah ini dinilai cocok jika dijadikan sketsa, apalagi dari segi tata letak bangunan di Jalan Tunjungan. Ditambahkan Prasetyo, dibalik megahnya gedung-gedung di area tersebut, terdapat kampung tertua yaitu kampung Ketandan.

Sementara untuk penilaian dalam sayembara sketsa ini HIMARSITA melibatkan, sketsapora, komunitas sketch sidoarjo, dan professional sketch. Anggi Heru salah satu  Juri Sayembara Sketsa mengatakan, untuk penilaian sayembara sketsa ini yang menjadi kriterianya adalah karakter goresan, keunikan garis dan kesesuaian tema.

Hasil karya dari peserta sayembara sketsa tersebut nantinya akan dipamerkan pada puncak acara  Archifest 2017. Setelah dipamerkan, karya-karya tersebut akan disumbangkan ke kampung Ketandan untuk didokumentasikan.

Selain Sayembara sketsa, rangkaian acara Archifest 2017 lainnya adalah sayembara design dan sayembara karya tulis ilmiah yang sudah berlangsung pada 17 Mei 2017. Khusus untuk sayembara design yang digelar di Kebun Binatang Surabaya (KBS), dalam Archifest 2017, ada 3 katergori yang diperlombakan, seperti mendesign tempat sampah, tempat pakan hewan, dan tempat duduk. Tiap peserta harus mendesign ketiga kategoru tersebut. Nantinya dalam sayembara design, hasilnya akan direalisasikan oleh pihak KBS.

Dari seluruh kegiatan sayembara tersebut, pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada malam puncak Archifest 2017 yang berlangsung pada 20 Mei 2017. (Randie)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :