Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Tim Pengabdian Masyarakat UNTAG Surabaya Menjalankan Program Iptek di Desa Nogosari Pacitan


Kamis, 22 Desember 2016 - 13:26:38 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 224 kali


 

Ir. Djoko Sasono, MM Dosen UNTAG Surabaya bersama tim  Ir. Agus Darwanto, MM, dan Ir. Supardi, MSc menjalankan program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Tahun 2016 di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Kegiatan pengabdian ini untuk mewujudkan administrasi desa berbasis IT (online).

Berdasarkan hasil wawancara tim pengabdian dengan Kepala Desa dan Ketua LPMD (d/h BPD) terkait administrasi desa, bahwa masyarakat harus datang ke Ketua RT untuk mengisi formulir dan mendapat tanda tangan ketua RT, kemudian ke ketua RW, setelah mendapat tanda tangan ketua RW masyarakat menuju ke Kepala Dusun untuk mendapatkan tanda tangan, setelah itu mendatangi Balai Desa untuk mengganti formulir dari RT/RW, Kasun dengan formulir dari Balai Desa untuk mendapatkan tanda tangan Kepala Desa.

Sementara itu, Ketua LPMD (d/h BPD) selama ini melakukan rapat dengan Kepala Desa untuk membahas rencana kerja, atau pelaksanaan kerja untuk dibahas, hasilnya apakah Ketua LPMD (d/h BPD) menyetujui, memberikan alternatif lain, atau menolak rencana kerja, pelaksanaan kerja, dan lain-lainnya.

”Semua itu membutuhkan waktu dan ketidakpastian selesainya surat yang diinginkan. Selain itu, aparat desa juga kesulitan untuk mendata hasil panen pertanian, perkebunan, UKM ataupun gagal panen dan lain-lainnya,” kata Ir. Djoko kepada warta17agustus.com di kantornya, gedung K lantai 1, Senin (19/12/2016).

Ir. Djoko menambahkan, melihat permasalahan tersebut tim IbM bermitra dengan Kepala Desa Nogosari dan Ketua LPMD (d/h BPD) untuk membuat Administrasi Desa berbasis IT (online). Sehingga Ketua LPMD (d/h BPD) dapat bekerja langsung mulai rencana kerja, pelaksanaan kerja Kepala Desa, dan secara langsung dapat melakukan aktivasi dan atau memberi usulan-usulan bagi Kepala Desa secara online dimanapun Ketua LPMD (d/h BPD) berada.

”Dengan aplikasi-aplikasi online, RT, RW, dan Kepala Dusun dapat melayani masyarakat setiap saat. Sebaliknya, masyarakat juga dapat mengisi formulir yang dibutuhkan tanpa harus datang sendiri ke Ketua RT, RW, Kasun, Balai Desa,” ujar dosen Teknik Mesin itu.

Adanya Administrasi Desa berbasis IT (online) ini, Ketua LPMD (d/h BPD) dapat membaca, memantau rencana kerja dan pelaksanaan kerja Kepala Desa dan dapat melakukan aktivasi (menyetujui) rencana kerja, pelaksanaan kerja Kepala Desa, memberikan alternatif lain atau bahkan menolak rencana kerja atau pelaksanaan kerja Kepala Desa. Bahkan diluar IbM ini, perangkat lunak yang akan dibuat bisa dikembangkan untuk e budgeting,  e-voting , dan lain-lainnya.

”Untuk mewujudkan Administrasi Desa berbasis IT (online) ini kita sudah memmbuat website desa  nogosari, menyerahkan hardware berupa : 5 netbook, 5 modem, Antena wifi, Install software. Juga melakukan pelatihan email, pelatihan penggunaan administrasi online pertama, mengirim SOP sementara ke seluruh Kasun dan admin,” jelas Ir. Djoko.

Menurut dia, akan lebih baik bila seluruh desa dan Kabupaten Pacitan menggunakan sistem administrasi online ini, karena dengan sistem tersebut maka data DPT ganda akan dapat diminimalisir.(K-Nan)





Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :