Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

FE UNTAG Surabaya Bekerjasama LPMSES Selenggarakan Seminar Peran Masyarakat Dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya Bangsa


Selasa, 06 Desember 2016 - 10:37:02 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 123 kali


Fakultas Ekonomi (FE) UNTAG Surabaya bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Sosial  Ekonomi Science (LPMSES) selenggarakan seminar “Peran Masyarakat Dalam Menjaga Dan Melestarikan Budaya Bangsa”di Meeting room 1 gedung Graha Wiyata lantai 1 pada Selasa, 29 November 2016.

Dr.Sigit Sardjono M.Ec  selaku dekan FE UNTAG Surabaya mengatakan peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa sangat penting sekali, kalau negara ini tidak kita jaga akan  terjadi perpecahan.  Saya ingat pidato Perdana Meteri Inggris yang mengatakan never, never, never, give up yang artinya sangat mendalam dan luas. Artinya kita jangan pernah berhenti mencintai negara, kita harus bangkit dan bekerja untuk negara dan  kita harus bekerja demi negara.

Ketua panitia seminar  dan juga merupakan  ketua LPMSES Dr. Eni Muryani MS dalam sambutannya mengatakan acara ini adalah berkat fasilitas dari bakesbangpol  Provinsi Jatim juga atas  ijin dari dekan  FE UNTAG Surabaya sehingga acara seminar ini terselenggara dan semoga kerjasama ini bisa terus berkelanjutan. LPMSES sudah menjalan aktivitasnya sudah beberapa tahun, seminar ini  tidak hanya dilaksanakan dikampus-kampus saja tetapi kita juga sudah menyelenggarakannya di masyarakat.

Prof. Dr.drg. Ida Aju Brahmasari, Dipl.DHE,MPA selaku pemateri seminar menjelaskan budaya tidak mudah dirumuskan, pengelola budaya perlu memperhatikan proses dialektika yang dinamis. Kebudayaan merupakan proses yang cair dan tidak akan berhenti secara utuh sosoknya untuk selama-lamanya.  Kebudayaan bersifat lestari hanya dalam proses pembentukan sosoknya. Unsur – unsur yang terlibat dalam proses dialektika budaya terdiri dari berbagai sistem yang hadir di masyarakat seperti sistem kekuasaan, ekonomi, sosial,pendidikan,kepercayaan, kesenian, bahasa dan lain-lain. Dialektika budaya berjalan kompleks dan rumit. Sosok budaya yang akhirnya muncul, berarti telah melewati dan mengalami jalan berbagai dialektika untuk mencapai suatu sosok yang agak jelas. Pemuda harus punya idealisme serta selalu mengisi hari-hari dengan sesuatu yang bisa menambah wawasan dan harus pintar-pintar dalam bergaul.

 Drs.Martadi M.S selaku pemateri kedua menjelaskan sejarah panjang kehidupan berbangsa dan berbudaya Indonesia. Nilai – nilai yang harus dibangun pertama pengorbanan, dengan kesediaan mereduksi kepentingan pribadi, daerah,golongan demi menjaga keberagaman budaya bangsa. Kesederajatan melalui kesempatan yang sama untuk berperan menjaga keragaman budaya demi bangsa, terakhir kekeluargaan melalui kesediaan untuk menjalin hubungan harmonis diantara sesama anak bangsa dalam bingkai keberanekaragaman budaya.(Menik)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :