Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Peluang Bagus Menjadi Penerjemah untuk Beberapa Tahun Kedepan


Kamis, 24 November 2016 - 08:32:20 WIB

Diposting oleh : Admin
Kategori: Untagtual - Dibaca: 294 kali


Prodi Sastra Inggris, Fakultas Sastra(FS) UNTAG Surabaya mendorong terciptanya iklim kreatif dan inovatif, di lingkungan Fakultas Sastra melalui kegiatan sarasehan kesusastraan dengan tema ‘Transformasi Sastra : Ekranisasi, Novelisasi, dan Terjemahan’ yang bertempat di Gedung Pascasarjana. Pada hari pertama, Kamis, 17 November 2016 membahas tentang Sastra Terjemahan : Pengaruh dan produksinya di Indonesia.

Dekan Fakultas Sastra, Drs. Danu Wahyono, M.Hum saat ditemui warta17agustus.com di kantornya mengatakan, sarasehan kesusastraan juga untuk mengetahui perkembangan sastra terkini dalam kaitannya dengan sastra dan terjemahan dan film, meningkatan kualitas penerjemahan bagi civitas akademika sastra inggris, dan memberikan pengetahuan terkait polemik film dalam penelitian sastra.

“Hari kedua, Jum’at, 18 November 2016 membahas tentang Sastra dan Film: Ekranisasi dan Objek Kajian Sastra. Peyelenggaranya sendiri adalah Prodi Sastra Inggris dan BEM Sastra bekerjasama dengan HISKI (Himpunan Kesusastraan Indonesia) Komisariat Surabaya,” jelas Drs. Danu, Selasa (23/11/2016).

Dalam acara ini Prodi Sastra Inggris mendatangkan dua nara sumber, yaitu Anton Kurnia, yang berprofesi sebagai sastrawan dan penerjemah dan Bramantio, SS.,M.Hum, dosen FIB Universitas Airlangga Surabaya, sastrawan dan kritikus.

“Anton Kurnia membahas tentang bagaimana cara memproduksi sastra terjemahan yang berkualitas. Sedangkan Bramantio terkait pengaruh sastra terjemahan terhadap estetika sastra Indonesia. Kedua nara sumber dimoderatori oleh Moderator: Drs. Y.B. Agung Prasaja, M.Pd,” tambahnya.

Menurut Drs. Danu, dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini, ternyata buku yang berbahasa inggris harganya masih tergolong mahal. Terlebih lagi para pembaca tidak mempunyai akses ke bahasa inggris.

“Sekarang trennya ke sastra terjemahan, harganya juga terjangkau. Jadi peluang menjadi penerjemah itu mempunyai peluang yang bagus untuk beberapa tahun kedepan,” jelasnya.

Drs. Danu berharap dengan terselenggaranya sarasehan kesusastraan dapat mendapat wawasan dan pengalaman kepada mahasiswa Fakultas Sastra, khususnya Prodi Sastra Inggris. Kedepan kegiatan yang serupa bisa dilaksanakan kembali dengan nara sumber yang berbeda.

“Kedepan akan diadakan lagi dengan mendatangkan narasumber lain, sehingga menambah wawasan mahasiswa dibidang lain. Harapannya mahasiswa mempunyai punya banyak pilihan,” pungkasnya.(K-Nan)

 



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :