English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Mahasiswa Magister Psikologi UNTAG Surabaya Mengadakan Pelatihan Menghadapi UNAS di Bali


Rabu, 03 Februari 2016 - 09:29:08 WIB

Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Untagtual - Dibaca: 598 kali


Mahasiswa Magister Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) UNTAG Surabaya bekerjasama dengan alumni menyelenggarakan pelatihan bagi siswa SMA/SMK kelas 3 untuk menghadapi Ujian Nasional (UNAS). Pelatihan yang dilaksanakan di IKIP PGRI Bali tersebut diikuti oleh 12 SMA/SMK pada tanggal 23 Januari 2016 kemarin.

Kepada warta17agustus.com, RR. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si, psi dosen Fakultas Psikologi mengatakan, ide pelatihan ini muncul berawal dari rasa kepekaan mahasiswa Magister Psikologi yang rata-rata adalah guru BK. Mereka melihat kegelisahan siswa SMA/SMK kelas 3 menjelang UNAS.

“Beban siswa semakin berat dengan tuntutan orangtua dan masyarakat. Sementara siswa harus belajar keras untuk menghadapi UNAS,” ungkap Amanda.

Menurut Amanda, kondisi-kondisi seperti itu membuat siswa tidak tenang dalam mengerjakan soal unas, tidak fokus, kesungguhan kurang, dan akan berdampak pada nilai UNAS siswa. “Jika jelek maka jelek pula namanya dan orangtua, sehingga akan berdampak pada perilaku berikutnya. Padahal kesuksesan tidak dilihat dari nilai UNAS, itu yang perlu ditanamkan kepada siswa,” imbuhnya.

Pelatihan yang bekerjasama dengan alumni itu, mahasiswa Magister Psikologi membuat modul revolusi mental untuk membangun karakter building dalam menghadapi UNAS. Diharapkan siswa siap mengahadapi UNAS, yang penting mereka sudah berusaha dengan baik.

“Pada pelatihan kemarin mahasiswa Magister Psikologi memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana cara mengelola kecemasan dalam menghadapi ujian, saat pengumuman hasil, meningkatkan motivasi, dan percaya diri,” jelas Ketua Unit Pelayanan dan Konsultasi Psikologi (UPKP) itu.

UNAS memang memberikan kesan yang menakutkan bagi siswa. Pendapat ini muncul berkenaan dengan banyaknya kasus yang dihadapi siswa ketika menghadapi UNAS, seperti stress, cemas, gelisah, dan lain sebagainya.

“Untuk itu mahasiswa Magister Psikologi juga memberikan modul-modul kepada guru BK. Jika dari hasil pelatihan itu bagus, maka para guru akan menerapkan modul tersebut,” tutup Amanda. (k_nan)



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :