English  Indonesian

Welcome to University Of 17 Agustus 1945 Surabaya

Mobile Version

Akses Wi-Fi Di Kelas Perkuliahan Kampus Untag Surabaya Untuk Menunjang Proses Belajar Mengajar


Senin, 16 November 2015 - 09:20:56 WIB

Diposting oleh : Eddy Wahyudi
Kategori: Untagtual - Dibaca: 880 kali


Sistem perkuliahan di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggunakan akses Wi-Fi untuk menunjang proses kegiatan proses belajar-mengajar mahasiswa dan dosen. Wi-Fi sudah terpasang di setiap kelas sejak bulan Oktober 2015 lalu.

M. Bagus Setiyo Bakti, S.Kom, selaku Staff Admin Jaringan di Badan Sistem Informasi (BSI) mengatakan, akses WI-Fi di setiap kelas selain untuk menunjang proses perkuliahan, juga untuk mempersiapkan absensi online yang akan diterapkan di UNTAG Surabaya. “Kita memanajemen Bandwidthnya sesuai dengan kebutuhan agar semuanya kebagian,” kata Bagus kepada warta17agustus.com, Senin (16/11/2015).

Lanjut alumni Teknik Informatika UNTAG Surabaya ini, gedung yang sudah bisa diakses Wi-Finya adalah Gedung Graha Wiyata lantai 4-8, Politeknik UNTAG Surabaya lantai 1-4, Fakultas Ekonomi, Psikologi dan Hukum lantai 1-3, Gedung B dan Fakultas Sastra lantai 2-3, dan Gedung Pascasarjana lantai 2-3. “ Saat ini proses pengerjaan untuk Fakultas Teknik lantai 2-3,” jelas Bagus.

Bagus juga menjelaskan jika proses login sukses maka secara otomatis akan masuk ke website UNTAG Surabaya. Sebaliknya, jika tidak berhasil akan kembali ke halaman awal. “Semua informasi nantinya akan diinfokan di website UNTAG Surabaya,” ucapnya.

“Dengan adanya Wi-Fi di setiap kelas dan di lingkungan UNTAG Surabaya ini, harapannya mahasiswa tidak ketinggalan informasi,” tutup lulusan Teknik Informatika yang pernah mendapat penghargaan sebagai wisudawan dengan tugas akhir terbaik itu.

Sementara itu, Y. B. Agung Prasaja dosen UNTAG Surabaya merasa senang karena merasa terbantu dengan adanya koneksi internet melalui Wi-Fi. “Akhirnya keinginan saya terwujud memiliki ruang kuliah yang terhubung dengan internet. Semoga dapat turut mencerdaskan bangsa,” ungkap Prasaja melalui e-mailnya ke BSI.

Prasaja memberikan saran, sebaiknya situs media sosial yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran diblokir saja, terutama ketika waktu perkuliahan berlangsung. “Sehingga akses internet memang digunakan untuk proses akademik,” pungkasnya.



Terkait


0 Komentar :


Isi Komentar :